”Mengamati Hama-hama dan gejala serangan pada tanaman kacang hijau”

  1. I.           PENDAHULUAN

 

1.1.            Latar belakang

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue ( isi onde-onde, dll ) dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

 

 

 

 

1.2.            Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui hama-hama yang menyerang tanaman kacang hijau mulai dari benih sampai hama yang menyerang, praktikum ini juga menjadi bukti hasil laporan akhir Ilmu Hama Tanaman.

 

1.3.            Manfaat

Manfaat praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan, penanaman, dan mengetahui hama yang menyerang tanaman kacang hijau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. II.       TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1.              Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.

Divisi        : Spermatopyha

Sub-divisi : Angiospermae

Kelas        : Dicotyledoneae

Ordo         : Rosales

Famili       : Papilionaceae

Genus       : Vigna

Spesies     : Vigna radiata atau Phaseolus radiates

 

2.2.              Morfologi Tanaman Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kacang hiaju dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah.

Batang

Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.

Daun

Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.

 

Bunga

Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.

Buah

Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji.

Biji

Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.

Perakaran

Tanaman kacang hijau mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm.

 

2.3.              Syarat Tumbuh Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100 – 400 mm/bulan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal, tanaman kacang hijau membutuhkan curah hujan antara 70 – 200 mm/bulan. Suhu yang dikehendaki tanaman kacang hijau antara 21 – 34oC, akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kacang hijau 23 – 30oC. Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial, regosol, grumosol, latosol dan andosol. Pada tanah – tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kacang hijau kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup.

 

2.4.              Definisi Hama

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari – hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.

Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria.

Dalam pertanian, hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan ke dalamnya praktis adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian dalam pertanian.

 

 

 

 

 

 

  1. III.        METODE PRAKTIKUM

 

3.1.         Waktu dan Tempat

Pengamatan ini dilaksanakan mulai pada tanggal 28 oktober hingga 30 Desember 2011. Dan pengamatan ini dilaksanakan di lahan praktikum depan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

 

3.2.         Alat dan Bahan

Alat yang digunakan :

  • Cangkul
  • Sabit
  • alat tulis
  • kamera
  • Tali rapia

Bahan yang digunakan :

  • Benih kacang Hijau
  • Pupuk kompos

 

3.3.         Pelaksanaan

Kegiatan pelaksanaan praktikum dilakukan dengan beberapa tahap yaitu:

                           3.3.1.   Pembersihan lahan

Dilakukan untuk menghilangkan gulma – gulma yang ada pada lahan sebelum lahan ditanami kembali.

 

 

 

                           3.3.2.   Pemupukan Organik

Dilakukan selama tiga minggu sebelum penanaman dan termaksud menjadi salah satu kegiatan pengolahan lahan. Pemupukan dilakukan dengan memberikan pupuk kompos.

                           3.3.3.   Penanaman

Pada kegitan praktikum ini penanaman dilakukan pada tanggal 28 Oktober 2011. Cara Tanam Benih ditanam dengan cara tugal, dengan jarak 20 cm x 40 cm, tiap lubang diisi 3 biji.

                           3.3.4.   Pemeliharaan

v  Pengendalian gulma diadakan pada 11 Oktober 2010 dengan mencabuti gulma yang tumbuh disekitar tanaman kacang hijau. Pada hari yang sama juga diadakan pengamatan tanaman yang pertumbuhannya lambat, dilakukannya pemilihan tanaman dan 2 tanaman/lubang.

v  Pengamatan pada hama yang menyerang tanaman kacang hijau dilaksanakan mulai 4 oktober 2011 yakni minggu pertama setelah penanaman dan dilanjutkan setiap minggunya pada hari yang sama sampai pada pengamatan hama yang menyerang polong.

Pembumbunan: Pembumbunan digunakan untuk memperkuat berdirinya tanaman.

 

 

                           3.3.5.   Panen dan Pasca Panen

Panen

Kacang hijau dipanen sesuai dengan umur varietas, Tanda-tanda lain bahwa kacang hijau telah siap untuk di panen adalah berubahnya warna polong dari hijau menjadi hitam atau coklat dan kering. Keterlambatan panen dapat mengakibatkan polong pecah saat dilapangan. Panen dilakukan dengan cara dipetik. Panen dapat dilakukan satu, dua atau tiga kali tergantung varietas. Jarak antara panen kesatu dan ke dua 3-5 hari.

Pasca Panen

Pengeringan polong dilakukan selama 2 – 3 hari dibawah sinar matahari. Pembijian dilakukan secara manual yaitu dipukul – pukul dengan tongkat kayu. Pembijian dilakukan di dalam kantong atau karung untuk menghindari kehilangan hasil. Pembersihan biji dari kulit polong dilakukan dengan tampi. Sebelum disimpan biji kacang hijau di jemur kembali sampai mencapai kering simpan yaitu kadar air 8 – 10% (jika biji akan disimpan lama sekitar 6 bulan) tetapi jika di simpan sebentar maka kadar air 14% sudah cukup.

  1. IV.        Hasil dan Pembahasan

 

4.1.               Hasil

Hama-hama yang menyerang tanaman kacang hijau:

  1. 1.      Lalat kacang (Agromyza phaseoli Coq.)

Gejala Serangan

Gejala awal berupa bercak – bercak pada keping biji atau daun pertama. Bercak ini merupakan tempat peletaka telur. Selanjutnya terlihat liang gerek pada keping biji atau daun pertama.

Ketika polong yang diserang gugur, larva sudah berada di dalam batang. Pada saat larva telah berada di pangkal akar daun mulai layu dan kekuning – kuningan. Tanaman akan mati berumur 3 – 4 minggu. Jika tanaman tersebut dicabut akan didapati larva, pupa, atau kulit pupa di antara akar dan kulit akar. Tanaman yang terserang dan masih tetap hidup menampakkan akar – akar adventif di bagian terbawah dari batang.

Penyebab

Lalat kacang (Agromyza phaseoli Caq.) sebagai penyebab. Tubuhnya kecil dan berwarna hitam mengilap. Perkawinannya (kopulasi) biasa terjadi antara pukul 09.00 – 10.00 pagi. Waktu matahari bersinar terik, lalat ini bersembunyi di dalam rumput di dekat tanaman kacang hijau. Lalat kacang bertelur pada pagi hari. Telurnya diletakkan pada keping biji atau pada daun pertama.

Setelah telur menetas, belatungnya menggerek dan memakan keping biji atau daun sehingga terbentuk liang. Belatung ini akan terus menggerek ke tangkai daun dan masuk ke dalam batang sampai pangkal akar, Kepompong atau pupanya berwarna cokelat kuning. Pada setiap batang tanaman yang diserang rata – rata terdapat 4 – 5 pupa.

Pengendalian

Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami Agromyzae Dodd, Eurytoma poloni, Eurytoma sp., dan Cynipid. Selain itu, dapat pula dilakukan penyemprotan insektisida pada pagi hari, pada saat umur tanaman 4 – 10 HST.

  1. 2.      Penggerek polong (Etiella zinckenella Tr.)

Gejala Serangan

Gejala serangannya terlihat pada kulit polong berupa bercak hitam dan bila dibuka terdapat larva yang gemuk dengan kotoran-kotorannya berwarna hijau basah. Serangan pada polong kedua ditandai dengan satu lubang gerek yang bentuknya bundar.

Penyebab

Hama penyebabnya adalah penggerek polong (Etiella zinckenella Tr.). Penggerek polong kacang hijau sama dengan penggerek polong pada kedelai. Larva yang baru menetas menggerek masuk ke dalam polong menuju ke bagian bawah. Larva ini memakan biji di dalam polong sampai habis kemudian berpindah ke polong lain. Bentuk larvanya gemuk dan licin, larva yang masih kecil berwarna merah kebiru-biruan.

 

 

 

Pengendalian

Hama ini dapat dikendalikan dengan cara mengatur waktu tanam yang tepat, pergiliran tanaman, dan upaya penanaman secara serentak. Dapat juga dilakukan penyemprotan insektisida dekametrin, sihalotrin, dan monokrotofos.

  1. 3.      Ulat jengkal (Plusia chalcites Esp.)

Gejala Serangan

Ulat ini menyerang tanaman yang sudah agak tua dan memakan daunnya sehingga tinggal tulangnya saja.

Penyebab

Hama penyebabnya adalah ulat jengkal kedelai (PIusia chalcites Esp.). Tubuhnya berwarna hijau. Bentuk dewasanya berupa kupu – kupu. Telur kupu – kupu ini diletakkan berkelompok sebanyak 50 butir. Stadium telurnya selama 3 hari. Larva tersebut akan menjadi kepompong di antara daun yang dianyam menjadi satu. Stadium pupanya selama 6 hari.

Pengendalian

Pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan telur dan larva, sedangkan secara kimiawi dengan insektisida dekametrin, sihalotrin, diflubenzuron atau monokrotofos.

 

 

 

  1. 4.      Kepik padi hijau (Nezara viridula)

Gejala Serangan

Polong muda isinya terisap. Bila polong dibuka tampak bijinya pipih tanpa isi. Bagian yang terserang tampak berbercak hitam.

Penyebab

Hama penyerang adalah kepik padi hijau (Nezara viridula). Kepik ini meletakkan telurnya yang berwarna kuning secara massal di permukaan bawah daun. Kelompok telurnya 5-10 butir. Stadium telumya selama 6 hari. Setelah telur menetas, larvanya berkumpui di polong dalam kelompok besar. Stadium larvanya selama 30 hari. Masa pertumbuhan dari telur hingga dewasa selama 36 hari.

Pengendalian

Pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan imago, telur, dan nimfa, sedangkan secara kimiawi dengan insektisida metamidofos dan karbaril. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan penanaman serempak dengan kisaran waktu tidak lebih dari 26 hari.

  1. 5.      Thrips sp.

Gejala Serangan

Serangan hama ini menyebabkan daun menggulung ke dalam (keriting) karena sel – sel di bagian atasnya mengerut.

Penyebab

Kutu Thrips menyerang tanaman dengan mengisap cairan tanaman sehingga mengganggu proses fotosintesis dan mengakibatkan menurunnya hasil. Penurunannya dapat mencapai 60, bahkan tidak menghasilkan sama sekali (puso) bila serangannya berat. Pantas jika hewan ini merupakan hama yang paling berbahaya bagi tanaman kacang hijau. Selama fase vegetatif tanaman, serangan hama ini sangat rendah.

Pengendalian

Pengendalian dengan menggunakan insektisida metamidofos, karbaril, atau monokrotofos.

  1. 6.      Kumbang Callosobruchus

Gejala Serangan

Kumbang ini meletakkan telurnya pada permukaan polong atau biji kacang hijau. Larva yang baru menetas langsung menggerek masuk ke dalam biji dan memakan kotiledon serta bagian biji lainnya.

Penyebab

Kumbang Calloso-bruchus maculatus yang menyerang biji. Siklus hidup kumbang ini, pada biji kacang hijau varietas MB 129, berlangsung antara 23-28 hari. Kemampuan bertelur kumbang betina antara 40-90 butir. Persentase telur yang dapat menetas hingga menjadi dewasa sebesar 19-98. Perbandingan antara jantan dewasa dan betinanya 1:1.

Pengendalian

Biji sebaiknya disimpan dalam kantong plastik, karung plastik, atau kaleng yang tertutup rapat. Biji atau benih yang akan disimpan hams berkadar air rendah dalam kemasan kedap udara. Kadar air biji 90 dalam kemasan dapat mempertahankan biji selama 6 bulan. Cara lain yaitu dengan melakukan fumigasi dengan aluminium fosfit atau metil bromida atau dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif pirimiphos metil, femitrothion, atau metacrifos pada permukaan kemasan.

  1. 7.      Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

Gejala Serangan

Kerusakan terjadi karena ulat menghabiskan seluruh daun sehingga biasanya hanya tersisi tulang daunnya saja hal ini mengakibatkan penurunan jumla produksi.

Pengendalian

Dilakukan dengan cara pengolahan tanah atau penggemburan tanah, pengendalian secara biologi dan penggunaan insektisida.

  1. 8.      Belalang Kembara ( Locusta migratoria)

Belalang menyerang tanaman kedelai dan kacang hijau, gejala serangan yang ditimbulkan adalah terdapat robekan pada daun, dan pada serangan yang hebat dapat terlhat tinggal tulang-tulang daun saja.

 

4.2.               Pembahasan

4.2.1.            Keadaan umum tanaman dan lingkungan

Selama pengamatan berlangsung terlihat pertumbuhan tanaman mempunyai vigor yang baik. Namun selama pengamatan berlangsung terlihat beberapa tanaman terserang hama pada minggu ke- 2 yang menyebabkan beberapa tanaman bagian daunnya dimakan dan ada pula yang menggerek batang. Serangan hama ini umumnya pada saat praktikum disebabkan oleh belalang. Namun kami bersyukur tidak ada tanaman yang sampai mati. Bagian tanaman yang terserang hama dalam laporan ini kami masukkan setiap terjadi pertambahan variabel pertumbuhan tanpa mengurangi jumlah tanaman yang terserang hama. Maksudnya setiap bagian tanaman yang terserang hama tetap dihitung untuk minggu selanjutnya.

4.2.2.            Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan, dalam arti terbatas, menunjuk pada perambahan ukuran yang tidak dapat balik, mencerminkan bertambahnya protoplasma, yang mencerminkan pertambahan protoplasma. Perkembangan, diartikan pada diferensiasi, suatu perubahan dalam tingkat lebih tinggi yang menyangkut spesialisasi dan organisasi secara anatomi dan fisiologi. Pertumbuhan tanaman ditunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik.

Tanaman kacanag hijau tumbuh dengan cukup baik, seperti yang terlihat pada gambar diatas. Dalam penanaman kacang hijau ini kami tidak menggunakan bahan kimia, karena pada praktikum yang kami lakukan tujuan utamanya adalah untuk mengamati hama – hama yang menyerang tanaman kacang hijau serta gejala serangannya.

 

 

 

 

  1. V.               KESIMPULAN DAN SARAN

 

Dari hasil pratikum dapat disimpulkan :

 

v  Dalam penanaman kacang hijau ini kami tidak menggunakan bahan kimia, karena pada praktikum yang kami lakukan tujuan utamanya adalah untuk mengamati hama – hama yang menyerang tanaman kedelai dan kacang hijau serta gejala serangannya.

v  Hama yang menyerang tanaman kacang hijau antara lain kutu daun, ulat tanah, kutu kebul, wereng, thrips, tungau, ulat penggulung daun, ulat grayak, ulat jengkal dan ulat heliothis.

v  Jenis – jenis hama yang menyerang tanaman kacang hijau kebanyakan antara lain ulat grayak, belalang, ulat jengkal, ulat penggulung daun dan sebagainya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Bate-smith, E.C.  1967. Comparative Biochemistry  of Flavonoid-III. Phytochemistry. Pergamon Press Ltd. London. 6.1407-1413.

Beck, B.  1964. The Oestrogenic  Isoflavones  of Subterranean Clover. Aust.  J.Agric. Res.  15  (2). 223-30.

Braden, A.W.H.  et.  al.  1967. The Oestrogenic Activity and Metabolism of Certain in  Sheep. Aust. 1.  Agric. Res.  18.335-248.

E. Holiston, dan L. Makmur.  1990. Flavonoid dan Phyto Medica.Kegunaan dan Prospek. Phyto Medica.  1(2).  120-127.

Gilderslleve,  R.R.  1991.  Detection  of Isoflavones  in  Seedling  Subterranean Clover. Crop Science. U  ni v.  of California. 31  (4).

Harborne,  J.B.  1967.  comparative Biochemistry of The Flavonoids. Academic Prees. London.

S, H. Soeprapto.1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya : Jakarta.

Tjirosoepomo, Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s